Aku ngerasa aneh dengan perasaanku sendiri ketika melihat wall facebook ku dengan sampul “Sekar (keponakan Anisa) dan pp Anisa.
Aneh aku ngerasa udah punya keluarga, yang sebenrnya belum punya, dan itu pun masih harapan dan do’a.
entah lah apa aku bisa bersama dia dan seperti apa yang aku bayangkan, hidup bersama, sederhana, bahagia.
Kini aku hanya bisa pasrah dengan keadaan yang aku belum mampu bahkan mungkin gak mampu.
aku takut…. takut kalau nanti aku tuh gak bsia sama dia, gak bisa mulusin rencana yang udah direncanain.
kadang aku bilang sama diri aku sendiri, “apa aku ini pantas?, apa dia mau terima aku yang kayak gini?, apa dia tau kalau aku mempunyai kekurangan yang orang lain gak punya (cacat)?, apa dia yakin? apa dia bisa terima aku?”
ah.. seharusnya aku tak pikirkan itu, bawa asik aja, bawa happy aja. tapi gak bisa loh. tetep aja gak bisa, aku gak bisa bawa perasaan ini buat dia nya cuma main-main, apa aku terlalu serius, dibutakan sama yang namanya cinta.
ah.. aku tuh kan awalnya gak kenal dia, bahkan sampai sekarang pun gak tau gimana dia, loh tapi kenapa hati akunya ngerasa deket banget.
awalnya cuma sekedar kenalan, coba ta’arufan, bilang kanda, sayang dan…. nah loh…. pas aku shalat dan do’a mekipun jarang aku shalat inget terus…
eh, inget malem jum’at waktu itu, jam 2 malem gak tau kenapa pengen banget baca yasiin. biasanya juga males ini gak tau kenapa.
pas mau udahan “kun fayakun” (jadilah maka jadilah) inget dia, gak kerasa air mata netes ke Qur’an. sekejap aku diam gak bisa ngomong, jangankan baca lanjutannya, satu huruf pun aku tak mampu buat ucapin.
itu cuma segelintir saja, setiap mendengar adzan subuh aku selalu mikirin dia, gak tau kenapa, padahal aku tuh males buat shalat subuh dingin banget, tapi lagi-lagi inget dia. entah kenapa aku paksain kakiku ini buat ngelangkah. “aku takut kalau nanti aku bukan menjadi imam yang baik buat dianya” hanya itu yang terlintas jika aku inget watu subuh.
Hmm.. ko aku jadi nagis gini yah, ah cengen dasar… halooo doni..kamu laki-laki loh bukan perempuan :-P, terus kenpa kalau laki-laki gak boleh nagis karena perasaan, emnag apa sih doni yang kamu tangisin, gak tau aku gak tau apa yang aku tangisin aku hanya ngerasa sedih gak bisa sama dia, aku merasa takut kalau gak bisa sama dia, aku takut kalau aku gak mikirin dia, aku takut kalau aku berhenti sayang sama dia, aku takut aku takut.. aku takut kehilangan dia, hay doni bukannya kamu sayang sama dia? tentunya jika memang kamu ikhlas menyayangi dia kamu gak akan gini, ada pepatah bilang “didunia gak bisa sama2, maka diakheratlah akan berjumpa”, loh ko bilang gitu sih.. akujuga kan manusia. aku pengen sama dia hidup sama dia. Hmmm ya sudah tumpahin aja air mata bahagiamu itu yah don… jangan kalu pendem biar kamunya ngadu sama Tuhan…
oh iya… aku boleh tanya gak (perasaan) kenpa kamu sayang sama dia… “Gak tau :-)” ikh.. >.< ko gak tau sih… :( “nah sekarang (perasaan) yang tanya, kenapa doni sayang banget sama dia?” Gak tau :-) “nah kan gak tau :-P” iya…
aku gak suka dia cantik, gak suka dia seksi, gak suka dia manis. aku suka dia bukan karena itu aku suka sama yang ada didalemnya (hatinya) meski aku tak tau seperti apa, tapi aku sayang sama dia dari itu…. terus apa namanya (perasaan) ? “gak tau, ya mungkin itu hati kamu yang udah yakin sih, udah saklek sama dianya” gitu yah…
emang aku ngerasa dia itu istri aku, apa aku berlebihan…? apa aku keterlaluan?
Hmm…
aku gak mau berenti nih ngomongin dia, udah gak bisa aku luapin semua.. gak akan ada ujungnya…
yah aku sekarang cuma yakin kalau dia juga sayangs ama aku, Pasrah sama yang Kuasa, gimana yang Maha Kuasa mau digimanain ini hati aku sama dianya. yang pasti aku minta ikatkan aku sama dia dengan ikatan yang Engkau Ridhoi, dengan ketulusan hati satu sama lain tanpa ada rasa kecewa satu sama lain ketika kami bertemu.
Oh iya aku boleh minta lagi gak, ini doa aku buat aku sama dia.
“Jika kami berjodoh maka ikatkanlah kami, jiak kami bukan jodoh maka jodohkanlah kami, jika kami jauh maka dekatkanlah kami, jiak kami dekat jangan pernah pisahkan kami. (Amiin).
makasih yah….
udah pegel ngetiknya, udahan dulu yah… nanti ngegalau terus ini lagi chatan sama dianya seneng akunya ^_^.
Selalu terlintas dalam benaku
Dirimu yang telah mengikatku
Kerinduan ini terus menggebu-gebu
Akan sebuah rasa yang menginginkanmu
berada disampingku
Aku tau engkau disana
Jauh dari kelopak mataku
Tapi…
Logika ku musnah
ketika kerinduan ini menyapa
Seakan engkau begitu erat
dalam jantung dan nadiku
Seaakan aku tak bisa lewati waktu tanpamu
Detik, Menit, Jam, Hari, Segala waktu
Engkau selalu ada dalam benakku
Bersipuh dalam hatiku
Kau goreskan kata
“I Love You”
Dadaku yang utuh
Kini rapuh tanpamu
Tanpa senyum manismu
Sayang…
Aku akan bersabar
Hingga waktu mempertemukan kita
[Jum’at, 15 Juni 2012]

Aku tak pernah lelah
Untuk merindukan kamu
Kerinduanku akan hadirmu
Yang selalu mengalir dalam nadiku
Rasanya…
Kerinduan ini takan pernah terhapus
Meskipun dengan berputarnya sang waktu
Entahlah…
Kemana harus aku luapkan kerinduan ini
Kamu yang jauh disana;
Aku merindukanmu
Rindu yang selalu ada untukmu
Hanya untukmu
dan Hanya kamu lah kerinduanku
[Jum’at, 15 Juni 2012]
Tak ada kata lagi
Aku Cemburu
Aku marah
Aku sebal
-
Kesabaranku sudah mulai terkikis
Tapi aku marah kepada siapa?
Apa lasannya?
Tak ada alasan
-
Kenapa itu semua harus aku lakukan
Karena aku pun tak bertanya kepadanya
-
Aku lebih baik diam
Tak mau banyak bicara dengan Prasangka-prasangkaku
-
Meskipun benar
Seharusnya aku bisa menerima
Karena aku sayang padanya
Berarti “Dia bahagia Aku pun Bahagia”
-
Tapi…
Tak bisa….
Aku Cemburu….
Hati ini sakit, Sangat sakit, Begitu sakit.
-
Aku tak mampu berbuat apa-apa
Aku pasrahkan Hati ini kepada Yang Kuasa
“Semoga engaku baik-biak saja”
Ada kata “Sayang” terucap dari orang lain
Entah itu sungguhan atau pun hanya sebatas teman
Pikiranku selalu membentangkan kata itu
Bukan dari ku anehnya
Tapi dari dia…
Dari orang lain yang aku tak kenal
“Ah hanya pikirku saja”
Terlintas demikian
Tapi…..
Hati ini yang tak bias dielakan “aku cemburu”
Cemburu karena aku sayang
Tapi aku sudah pasrahkan kepada Tuhan
Aku percaya….
Meski aku tak tahu tapi Tuhan maha tahu
Aku yakin…..
Dengan perasaanku kepadamu
Aku tak mau berprasangka buruk terhadapmu
Karena aku Sayang kamu bukan Cinta kamu
Sayang yang tulus dari Hati
Sayang Ikhlas atas Rahmat Tuhan untuku kepadamu
Memang tak ada yang bias aku lakukan
Aku hanya berdo’a
Tuhan Menjagamu seperti menjaga aku
Dan kamu menjaga Hatimu untuku
Seperti kamu menjaga dirimu
Ibu, Ayah….
Aku berlutut di bawah kakimu
Dengan berlinan air mata
Bukan karena duka atau pun luka
Melainkan air mata bahagia
Air mata masa depanku yang akan datang
Kini aku telah dipinang
Ijinkan aku untuk lepas dari sisi kalian
Lepaskan anakmu ini
Biarkan ayah dari anak-anakku yang menggekapku
Aku ingin dewasa seperti ibu
Ibu yang selalu menyayangi anak-anaknya
Kamu…
seorang yang membuatku dimabuk kepayang
saat mendengar suaramu, melihat senyum itu…
seorang yang bisa membuatku merasakan indahnya mencintai
tanpa paksaan, tanpa rayuan…
Kamu…
seorang yang dengan sekejap
biza membuatku bag putra raja
seorang yang dengan mudahnya membuatku
percaya pada tiap kata yang kau ucap
dan kamu juga…
seorang yang tak tau diri
ketika membuatku tersedu dipelukanmu
ataukah aku yang tak tau diri telah memasuki kehidupanmu?
yang ku tau…
kamu adalah seorang yang bisa membuatku kembali
menitikkan air mata bahkan saat aku menulis ini
Kamu…
terlalu misterius untuk diarungi,
kukenal namun tak kukenali..
hingga sampai pada waktunya,
semua sebataz bualan.
Terlalu jauh untuk diharapkan
Terlalu jauh untuk diputuskan
Rasa yang telah terselubung dalam hati
tidak mampu untuk aku pungkiri
Bahwa aku mencintaimu,
Menyayangimu,
Mengasihimu,
Merindukanmu
Rasa ini begitu hampa ketika engkau tak ada
Rasa ini seperti mati ketika engkau tidak berucap
Terlalu jauh
Terbentang jarak dan waktu
Satu harapanku
Satu permintaanku
Satu hatimu
Berikalah kepadaku
© мυнαмαδ яoмδoиι ツ

Kulukisa diamku pada kanvas malam
Tetap saja singgah bayangmu menengahi ruang kerinduan
Pada sepasang netra yang bergulat nanar
Menjelajah raut wajahmu
Ahh,
Purnama bersinar binar
Begitu datarkah kurentas sapa
Reinkarnasi membakar dada
Seraut lugu menyapu jelaga makna
Ranum bibirmu menengahi langit
Biduk kata menjuntai jumawa
Tegas kutatap paras bulan
Dan aku mencintaimu tanpa tanya
Bukan duka ku iba
Namun gejolak telah menjelajahi raga
Merasuk liar bagai api menyala
Kau salah….
Isakan Lukamu membuat luka bagi kuKau Salah….
Arimatamu membuat tenggelam diri dalam kepiluan
Kau salah….Kekurangan nyawamu adalah kecacatan diriku
Ketiadaanmu dalam menyandang hati ini, hatiku seakan rapuhTerasa langkah kaki ini hampa tanpamu
Seakan garis-garis jalan yang ku telusuri tanpa henti dan berujung.
Entah ini karmaku atau karma untukkuYang aku takutkan ini karma dari mu
Tak bisa ku pungkiri…Aku lumpuh tanpamu
Kembalilah kasih kepada singgahan hatiku
Untuk menyatu dalam hati
Untuk menelusuri garis-garis terjal yang menghadang dalam perjalanan kita.
Maafkan manusia bodoh yang telah melukai hatimu ini…..
Kini aku merindumu dalam alunan-alunan musik bernadakan cinta
Sebuah instrumen yang ku dengar dari alat musik sederhana
Mengingatkanku akan kindahan suara merdumu disana
Indahnya lekuk alat musik itu mengingatkanku pada dirimu
Semakin aku resapi nada-nada cinta yang berkumandang
Semakin pula aku merasakan kerinduan yang begitu mendalan
Engakau jauh memang dimataku
Namun begitu erat dalam nadiku
Yah begitulah…..!!!
Semakin rindu rasanya hati ini kepadamu
Kepada engkau kekasih yang jauh disana
Pujaan Hatiku….!!!
Mungkin cahaya matahari yang terbit dari upuk timur
Telah redup dengan berjalannya sang waktu yang berputar
Namun tentunya tidak untuk hatiku yang selalu merindumu,
Menyayangimu, mengasihimu yang terbentuk dalam sanubariku
Sebuah kata pendek namun begitu bermakna
sebuah kata “Cinta” yang aku rasakan dalam darah yang mengalir di tubuhku
Bersemayam dalam jantungku.
Bahkan terkadang aku tak bisa melupakanmu di setiap napasku
Apa kau tahu ini?
Apa kau rasakan ini?
aku disini yang selalu merindukanmu
“Kapan yah, kita bisa melepaskannya.. :?:”
Sebuah pertanyaan yang selalu aku lontarkan setiap waktu
Bukanpadamu
Tapi apad sang rembulan malam
Yang selalu menemani kesendirian
Kepiliuan dalam diri yang merindumu
Kadang kau berpikir bahwa
Aku ini GILA
GILA akan dirimu
Akan Cintamu
Rindu ini begitu menjeratku kasih
Seaakan aku tak bisa melepaskannya
Ikatan hatimu yang begiiiitttuuuu… kuat
Membuat aku tak mamp tuk meraih tali-tali yang lain
Hati ini tak bisa terikat oleh mereka yang ada dihadapanku
Rupanya aku memang tak mampu untuk melepaskanmu,
Melupakanmu, menghindarimu.
Tuhan Telah berkata lain tentang hati ini
Hati ini sudah digoreskan ukiran Namamu
Bukan dengan pena
Melainkan dengan Baja
Yang takbisa ter-robohkan oleh senjata
Inilah Kerinduanku
kerinduan yang ada dalam hatiku kepadamu.
I LOVE YOU