Aku Yang Merindumu
Kini aku merindumu dalam alunan-alunan musik bernadakan cinta
Sebuah instrumen yang ku dengar dari alat musik sederhana
Mengingatkanku akan kindahan suara merdumu disana
Indahnya lekuk alat musik itu mengingatkanku pada dirimu
Semakin aku resapi nada-nada cinta yang berkumandang
Semakin pula aku merasakan kerinduan yang begitu mendalan
Engakau jauh memang dimataku
Namun begitu erat dalam nadiku
Yah begitulah…..!!!
Semakin rindu rasanya hati ini kepadamu
Kepada engkau kekasih yang jauh disana
Pujaan Hatiku….!!!
Mungkin cahaya matahari yang terbit dari upuk timur
Telah redup dengan berjalannya sang waktu yang berputar
Namun tentunya tidak untuk hatiku yang selalu merindumu,
Menyayangimu, mengasihimu yang terbentuk dalam sanubariku
Sebuah kata pendek namun begitu bermakna
sebuah kata “Cinta” yang aku rasakan dalam darah yang mengalir di tubuhku
Bersemayam dalam jantungku.
Bahkan terkadang aku tak bisa melupakanmu di setiap napasku
Apa kau tahu ini?
Apa kau rasakan ini?
aku disini yang selalu merindukanmu
“Kapan yah, kita bisa melepaskannya.. :?:”
Sebuah pertanyaan yang selalu aku lontarkan setiap waktu
Bukanpadamu
Tapi apad sang rembulan malam
Yang selalu menemani kesendirian
Kepiliuan dalam diri yang merindumu
Kadang kau berpikir bahwa
Aku ini GILA
GILA akan dirimu
Akan Cintamu
Rindu ini begitu menjeratku kasih
Seaakan aku tak bisa melepaskannya
Ikatan hatimu yang begiiiitttuuuu… kuat
Membuat aku tak mamp tuk meraih tali-tali yang lain
Hati ini tak bisa terikat oleh mereka yang ada dihadapanku
Rupanya aku memang tak mampu untuk melepaskanmu,
Melupakanmu, menghindarimu.
Tuhan Telah berkata lain tentang hati ini
Hati ini sudah digoreskan ukiran Namamu
Bukan dengan pena
Melainkan dengan Baja
Yang takbisa ter-robohkan oleh senjata
Inilah Kerinduanku
kerinduan yang ada dalam hatiku kepadamu.
I LOVE YOU

